Penulis: Winda Sari

Suap (bribery) bermula dari asal kata briberie (Perancis) yang artinya adalah ’begging’ (mengemis) atau ’vagrancy’ (penggelandangan). Dalam bahasa Latin disebut briba, yang artinya ’a piece of bread given to beggar’ (sepotong roti yang diberikan kepada pengemis). Dalam perkembangannya bribe bermakna ’sedekah’ (alms), ’blackmail’, atau ’extortion’ (pemerasan) dalam kaitannya dengan ’gifts received or given in order to influence corruptly’ (pemberian atau hadiah yang diterima atau diberikan dengan maksud untuk memengaruhi secara jahat atau korup). Sehingga pivate bribery disebut pula suap di sektor swasta. Banyak yang tidak memahami terkait konsep suap di sektor swasta maupun suap sektor publik, berikut penjelasannya: Suap di…

Read More

Pendahuluan Realitas penjeratan pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang yang selanjutnya disebut TPPU melalui pidana penjara selama ini dinilai tidak efektif, termasuk di Indonesia.  Ketidakefektifan ini berimbas pada pengembalian aset keuangan negara yang tidak optimal. ini merupakan konsekuensi dari penghukuman yang masih berorientasi pada paradigma klasik yakni hanya berfokus pada pemenjaraan pelaku. Paradigma penghukuman ini realitanya tidak memberikan efek jera, sebab pasca penghukuman para pelaku masih bisa menikmati hasil kejahatannya. Sistem penghukuman pada kejahatan ini dinilai lebih dominan pada aspek penghukuman badan semata. Oleh karena itu lahirlah kebijakan perampasan aset sebagai bentuk penanganan dan pengembalian keuangan negara terhadap pelaku. Menurut Mardjono…

Read More