Webinar Protection of Children’s Right in Personal Development and Educational Aspect oleh ALSA LC Unsri

ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya, Palembang mengadakan webinar dengan tema protection of children’s right in personal development and educational aspect pada hari Minggu, 6 Desember 2020. Webinar ini merupakan rangkaian acara dari ALSA Care and Legal Coaching Clinic yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut mulai dari tanggal 5 hingga 6 Desember 2020.

Webinar pada hari terakhir acara CLCC menghadirkan Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. (Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak), Dra. Lestari Koesoemawardhani, M.Hum. (Koordinator Penilaian Direktorat PAUD, Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud RI), Dr. Hj. Nashriana, S.H., M.Hum.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya), dan Tri Wahyudi, Bc.IP, S.H. (Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Palembang) sebagai pembicara. Kemudian webinar tersebut dimoderatori oleh Dinda Alifah Ayudita, S.H. (Vice Director of External Affairs ALSA LC Unsri 2017/2018). Webinar ini diadakan dengan dua sesi yang dimana Lestari Koesoemawardhani dan Seto Mulyadi menyampaikan materinya pada sesi pertama.

Sesi Pertama Webinar ini dimulai pada Pukul 09:00 WIB dengan terlebih dahulu Lestari Koesoemawardhani menyampaikan materinya. Pelaksanaan Pendidikan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Dasar NRI 1945 hingga peraturan yang ada di bawahnya. Beberapa peraturan yang menjadi dasar hukum bagi pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SIstem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Presiden RI Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif. Lestari menjelaskan penyelenggaraan pembangunan pendidikan di Indonesia bertujuan untuk menghasilkan pelajar yang berjiwa pancasila.

Lestari menambahkan pemerintah menggunakan pendekatan merdeka belajar dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memastikan seluruh anak dapat bersekolah, mendorong pembelajaran siswa dengan hasil belajar yang berkualitas , dan tidak ada anak yang tertinggal secara pendidikan. Kemudian, pendekatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan SDM yang unggul, bersifat holistik dan tidak terfokus pada kemampuan kognitif saja, supaya anak memiliki kompetensi global dan berjiwa pancasila.

Lestari Koesoemawardhani sedang memaparkan materinya dalam webinar CLCC ALSA LC UNSRI 2020

Pada dasarnya semua anak cerdas dan senang belajar. Namun adanya pandemi COVID-19 anak-anak  diharuskan untuk belajar secara daring yang membuat orang tua stress dan anak-anak menjadi jenuh sehingga hasil belajar menjadi tidak optimal. Seto menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh KPPPA pada tahun 2020, 13% anak di Indonesia mengalami depresi akibat belajar secara daring. Berdasarkan hal tersebut, seto merekomendasikan untuk menciptakan suasana belajar dalam keluarga yang ramah terhadap anak dan menciptakan sinergi kepada orang tua dan guru karena sinergi tersebut berperan penting untuk menciptakan suasana belajar yang ramah bagi anak.

Berdasarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19, belajar daring dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan. Seto menambahkan, dalam surat edaran tersebut menyatakan bahwa belajar daring juga difkouskan pada pendidikan kecapakan hidup mengenai pandemi COVID-19.

Seto Mulyadi sedang memaparkan materinya dalam webinar CLCC ALSA LC UNSRI 2020

Sesi pertama berakhir pada pukul 11:30 WIB, kemudian sesi kedua dimulai kembali pada pukul 12:25 WIB. Pada webinar sesi kedua ini, giliran Nashriana dan Tri Wahyudi yang memaparkan materinya. Nashriana menggunakan judul menggugat Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Anak Dalam Proses dan Pasca Peradilan Pidana. Nashriana menjelaskan, judul tersebut bertujuan untuk menjelaskan tuntutan kepada negara terhadap hak pendidikan anak dalam proses dan pasca peradilan pidana anak. Bagaimanapun, negara memiliki kewajiban untuk melakukan perlindungan anak karena anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi.

Nashriana menjelaskan Instrumen hukum dalam perlindungan hak-hak anak ada dalam Undang-Undang Dasar NRI 1945, Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang tentang perlindungan anak, dan Undang-Undang tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sedangkan hak anak dan pelayanan anak, pendidikan anak, perawatan anak dalam peradilan pidana diatur secara khusus dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Nashriana sedang memaparkan materinya dalam webinar CLCC ALSA LC UNSRI 2020

Sebelum memaparkan materinya, Tri Wahyudi terlebih dahulu memutar video profil mengenai LPKA kelas I Kota Palembang. LPKA kelas I Kota Palembang merupakan instansi yang diberikan tugas untuk melakukan pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum berdasarkan Undang-Undang tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Tri Wahyudi menjelaskan, secara umum pembinaan anak di LPKA kelas I Kota Palembang terdiri dari pembinaan kepribadian dan kemandirian. Pembinaan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kepribadian serta meningkatkan ketrampilan anak, supaya setelah bebas nanti diharapkan anak memiliki ketrampilan dan kepribadian yang baik. Lebih lanjut Tri Wahyudi menjelaskan, hak-hak anak didik dalam LPKA terdiri dari hak mendapat asimilasi, hak rekreasi, hak advokasi, dll. Adanya hak asimilasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA merupakan arahan dari pemerintah selama pandemi COVID-19.

LPKA kelas I kota Palembang juga memiliki sekolah filial atau sekolah formal bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Untuk menjalankan program tersebut, LPKA bekerjasama dengan beberapa sekolah di Kota Palembang sebagai sekolah induk. Tri Wahyudi menjelaskan, sekolah induk tersebut terdiri dari SDN 25 Palembang untuk jenjang SD, SMPN 22 Palembang untuk jenjang SMP, dan SMAN 11 Palembang untuk jenjang SMA. Ketiga sekolah tersebut diberi tugas oleh LPKA untuk mengirimkan tenaga pengajar dan mendidik anak di lingkungan LPKA kelas I kota Palembang. Dengan adanya program tersebut, membuat LPKA kelas I Kota Palembang mendapat penghargaan top 45 inovasi pelayanan publik oleh KEMENPANRB Republik Indonesia pada tahun 2019.

Tri Wahyudi sedang memaparkan materinya dalam webinar CLCC ALSA LC UNSRI 2020

Acara CLCC merupakan amanah dari national board ALSA Indonesia yang bertujuan untuk menerapkan pilar ALSA, yaitu legally skilled dan social responsibility. Atas dasar tersebut, maka setiap universitas yang menjadi anggota dari ALSA Indonesia diwajibkan untuk melaksanakan acara CLCC. Universitas Sriwijaya merupakan salah satu universitas yang menjadi anggota dari ALSA Indonesia disamping Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada,Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Udayana, Universitas Hassanudin, dan Universitas Sam Ratulangi.

Pada hari pertama CLCC, ALSA LC UNSRI mengadakan acara peresmian perpustakaan mini dan pembuatan kerajinan tangan bersama dengan siswa SD Negeri 7 Gelebak Dalam, Kota Palembang. Selain itu, ALSA LC UNSRI juga mengadakan seminar secara daring dan luring dengan tema yang sama seperti webinar pada hari terakhir dan menghadirkan Sayang Ajeng Mardhiyah, S.Psi,M.si (Ketua Bagian Pembina Harian UKM UNSRI Mengajar dan Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya), dan Sri Rahayu Suroso (Ketua Lembaga Pendidikan Kepribadian Carissa) sebagai pemateri. Sedangkan moderator dalam webinar tersebut adalah Indah Dian Permata, S.Psi,C.Ht. (Konsultan Pendidikan Bimbingan Belajar BTA 70 Jakarta Cabang Palembang). Disamping webinar, ALSA LC UNSRI juga mengadakan workshop dengan tema Edukasi Mengenai Tata Berperilaku dan Cara Pemecahan Masalah dalam Upaya Meningkatkan Perkembangan Anak dalam rangkaian acara CLCC. Webinar dan workshop pada hari pertama CLCC ALSA LC UNSRI  dihadiri oleh wali murid dan murid SDN 7 Gelebak Dalam, Kota Palembang.

Peresmian Perpustakaan Mini di SDN 7 Gelebak Dalam, Kota Palembang

Acara CLCC ALSA LC Unsri di SDN 7 Gelebak Dalam, Kota Palembang

Acara CLCC ALSA LC Unsri di SDN 7 Gelebak Dalam, Kota Palembang

 

 



Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember

Tinggalkan Balasan