Hari ini:September 21, 2019

Sering Sulit Diantisipasi: 4 Tips Hindari Penadahan

Banyak orang kurang paham dengan tindak pidana penadahan. Padahal pencurian dan penadahan ini bagaikan hujan dan badai yang saling berkaitan. Ketika banyak orang mencuri untuk mendapatkan uang, banyak juga orang yang ingin membeli barang dengan harga yang murah. Orang yang membeli barang curian inilah yang kemudian dinamakan penadah.

Seseorang dikatakan penadah sekalipun ia tidak tahu bahwa barang yang dibelinya merupakan barang curian. Karena ketegasan hukum di Negara kita, suatu tindak pidana baik itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja tetap akan mendapatkan hukuman.Walaupun dalam prosesnya tetap melihat alasan-alasan terjadinya tindak pidana tersebut yang kemudian menjadi pertimbangan hakim dalam mengambil putusan.

Terlebih lagi untuk tindak pidana penadahan, seorang penadah dianggap mampu merasakan kejanggalan barang yang dibelinya dan dapat menduga bahwa barang yang dibelinya merupakan barang curian. Hal tersebut dapat diperkirakan karena beberapa alasan. Misalnya barang yang dibelinya mempunyai harga dibawah harga pasaran atau mungkin barang tersebut tidak mempunyai kelengkapan surat-surat.

Penadahan sendiri diatur dalam BAB XXX KUHP tentang Penadahan Penerbitan dan Percetakan. Penadahan mempunyai ancaman hukuman pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Sembilan ratus rupiah. Lebih jelas lagi tertulis dalam pasal 480 ayat (1) BAB tersebut yang berbunyi: “barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan”.

Berdasarkan pasal tersebut kita dapat melihat bahwa penadahan mempunyai banyak bentuk dan jenis, mulai dari yang paling sederhana seperti membeli barang curian, menyimpan barang curian ataupun menerima hadiah barang curian sampai yang rumit pembuktiannya. Sekalipun seperti menarik keuntungan dari barang curian tersebut.

Karena cukup beratnya ancaman hukuman untuk tindak pidana penadahan, maka kita sebagai warga Negara yang baik sudah seharusnya mematuhi hukum yang berlaku di Negara kita. Tindak pidana penadahan ini sangat rawan terjadi apabila kita tidak berhati-hati. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya kasus penadahan kita harus selalu teliti dalam bertransaksi, baik itu transaksi langsung maupun transaksi elektronik yang sedang trend saat ini. Selain itu ketika menerima barang dari orang lain, baik itu sebagai hadiah maupun titipan kita juga harus berhati-hati. Jangan langsung tergiur dengan suatu barang apabila tidak ada kejelasan mengenai status barang tersebut.

Lantas bagaimana tips dan upaya untuk terhindar dari tindak pidana penadahan?

1. Membeli barang ditempat yang resmi.

Apabila kita hendak membeli suatu barang, terutama barang yang mempunyai harga jual tinggi. Hendaknya kita membeli ditempat resmi barang tersebut dijual. Karena selain ke-original-an barang, kelengkapan surat-surat tentang barang tersebut juga jelas statusnya.

Selain itu, biasanya ketika kita membeli barang ditempat resmi kita akan mendapatkan garansi dari barang yang kita beli. Sehingga kita tidak perlu takut apabila barang yang kita beli memiliki kecacatan. Karena kita dapat dengan mudah menggunakan garansi yang diberikan meskipun ada syarat dalam penggunaannya.

 

2. Memeriksa kelengkapan surat.

Apabila kita ingin membeli barang second dan harus mencari di counter-counter biasa, kita harus memastikan kelengkapan surat yang hendak kita beli. Disini kita dituntut untuk teliti dalam memilah barang. Kemudian untuk barang second yang dijual dengan tidak mempunyai surat-surat resmi, kita dapat menyesuaikan harga yang dijual dengan kondisi barang tersebut.

Sehingga apabila barang second tersebut dijual dengan harga yang sangat murah, padahal fisik dari barang tersebut masih sangat bagus dan tidak seharusnya dijual dengan harga murah. Kita harus dapat menduga bahwa barang tersebut merupakan barang yang diperoleh dari cara yang salah, misalnya pencurian. Sehingga kita tidak perlu membeli barang tersebut. Meskipun terkesan ‘menuduh’ namun bersikap was-was dan berhati-hati untuk terhindar dari kasus sangat diperlukan.

 

3. Tidak mudah menerima barang titipan.

Seperti yang kita tahu, menyimpan barang curian juga bisa dianggap sebagai penadah. Untuk menghindari hal itu, kita harus berhati-hati apabila diminta untuk menyimpan barang tertentu. Lebih baik menolak apabila diminta untuk menyimpan suatu barang. Karena apabila barang tersebut merupakan barang hasil perbuatan curang, kita akan ikut terseret dalam kasus tersebut apapun alasannya. Baik kita mengetahui bahwa barang tersebut merupakan barang curian maupun tidak tahu sekalipun. Terlebih lagi dalam menerima barang gadai.

Apabila barang yang digadaikan merupakan barang bernilai dan mempunyai kelengkapan surat tidak akan menjadi masalah. Karena kita hanya perlu mengecek kelengkapan surat. Akan tetapi apabila barang yang digadaikan tidak mempunyai surat-surat penunjang, akan sulit untuk membuktikan kejelasan status barang tersebut. Sehingga lebih baik menolak untuk menerima gadai barang tersebut.

 

4. Berhati-hati dalam menerima hadiah.

Poin yang satu ini akan sulit penerapannya karena pembuktiannya juga sulit. Yang terpenting dalam poin ini adalah apabila kita mendapat hadiah dari orang lain, kita harus tau maksud dari pemberian itu. Karena hadiah diberikan sebagai suatu penghargaan atau apresiasi terhadap suatu hal. Maka harus jelas hal apa yang diberi penghargaan atau diapresiasi itu.

Kita harus curiga apabila diberi hadiah sementara kita tidak melakukan hal apapun. Terlebih lagi kita harus mencurigai barang yang dijadikan hadiah. Apakah barang tersebut berpotensi sebagai barang curian atau tidak. Sehingga kita dapat terhindar dari tindak pidana penadahan.

here may be times when we are powerless to prevent injustice, but there must never be a time when we fail to protest”

Elie Weasel

Share

Hallo, my name is Fransiska Wahyu Yubelina and usually called Siska. I'm 19th years old and now I'm a student in Faculty of Law, University of Jember. I was born in Jakarta, March 1st 2000. My zodiac is Piscess and my shio is Dragon. I have two beautiful sisters. My first sister named Finda Anesia and the second named Novita Ratna. Now I'm living with my parents and my grandmother in Sumbersari Permai 1 Regency that located in Kebonsari, Jember, Jawa Timur.