Launching will be held in Surabaya, 01 September 2019Agustus 23, 2019

Pro dan Kontra terhadap Permenhub No. 12 Tahun 2019

Berkonsentrasi saat berkendara memang wajib di lakukan oleh para pengendara, karena itu segala hal yang menggangu konsentrasi saat berkendara harus di hindari sehingga hal hal yang tidak di inginkan tidak terjadi, karena masih banyak pengendara yang kurang peduli pada diri sendiri dan pengendara lain. Banyak hal-hal yang membuat konsentrasi saat berkendara berkurang, contohnya merokok, makan, mengoperasikan telpon genggam, dll.

Merokok merupakan salah satu kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang dilakukan saat mengemudi dan sulit untuk dihentikan karena kebiasaan merokok tersebut sudah lama dilakukan dan sebagian masyarakat Indonesia yang merokok sambal mengemudi merupakan hal yang wajar dan dianggap tidak mengganggu. Tetapi, anggapan pengemudi yang merokok tersebut salah karena, merokok menyebabkan pengendara yang merokok kehilangan konsentrasi serta, mengganggu konsentrasi pengendara disekitarnya dikarenakan bau dari asap rokok maupun abu yang dibuang oleh pengendara yang merokok mengenai pengendara lainnya.

Oleh karena itu, Kemenhub juga telah mengeluarkan Permenhub No. 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang di gunakan untuk kepentingan masyarakat agar berkendara menjadi aman dan nyaman. Dengan adanya permenhub ini, para penegak hukum telah diberikanhak untuk menindak para pengendara kendaraan bermotor yang kedapatan merokok saat mengoperasikan kendaraannya. Peraturan ini juga dibuat agar para pengendara tetap aman dan selamat sampai tujuan mereka.

Dengan hadirnya Permenhub ini di satu sisi dinilai tepat dikarenakan menjelaskan secara rinci bahayanya seorang pengendara bermotor yang merokok saat mengoperasikan kendaraannya. Juga, merokok juga mengganggu kesehatan perokok dan juga orang lain, resiko yang diambil saat merokok saat mengoperasikan kendaraan dapat menyebabkan kecelakaa, terganggunya kesehatan dll. Mengoperasikan telpon genggam juga dianggap mengganggu konsenrasi kendaraan, karena pengendara membagi konsenrasinya antara mengoperasikan telpon genggam dan mengendarai kendaraannya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan dan mebahayakan dirinya dan orang lain. Makan dan minum juga menjadi salah satu hal yang juga dilarang karena dapat memecah konsentrasi pengendara saat mengoperasikan kendaraannya. Hal-hal tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 6 Pemenuhan aspek kenyamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c paling sedikit harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Pengemudi menggunakan pakaian sopan, bersih, dan rapi;
  2. Pengemudi berperilaku ramah dan sopan; dan
  3. Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktifitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Tentunya, banyak juga masyarakat yang melanggar dan juga banyak yang belum mengetahui peraturan-peraturan tersebut. Itu menandakan bahwa masyarakat kurang peduli dan kurangnya ketertarikan dalam mengerti peraturan yang diberlakukan. Serta, kurangnya sosialisasi dari pemerintah juga menjadi salah satu hal yang membuat masyarakat kurang mengetahui peraturan tersebut. Bahkan, diterangkan dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam UU tersebut diatur bahwa tata cara berlalu lintas yang benar adalah setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Meskipun begitu, masih banya masyarakat Indonesia yang masih melanggar peraturan tersebut dan juga banyak yang tidak mengetahui. Para penegak hukum juga dinilai kurang dalam menindak para pelanggar peraturan dikarenakan apabila para penegak hukum kurang teliti dalam melihat kesalahan para pengendara. Begitu juga oleh orang yang dibonceng, meskipun tidak ikut mengemudi, tapi yang di bonceng dapat juga dikenakan pidana sampai tiga bulan dan denda sebesar Rp. 750.000,. banyak masyarakat yang setuju dengan peraturan baru tersebut dan banyak juga yang tidak setuju akan peraturan tersebut. Masyarakat yang setuju rata-rata sudah sadar apabila merokok dan melakukan hal lain saat mengemudi, maka konsentrasi pengemudi akan terpecah sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.

Sedangkan, masyarakat yang tidak setuju rata-rata menyayangkan akan denda yang diberikan karena denda tersebut disangka terlalu mahal dan banyak yang meminta dendanya untuk ditinjau dan diturunkan. Juga, banyak masyarakat yang juga menyayangkan adanya peraturan tersebut karena kurangnya sosialisasi dan juga pemberitahuan tentang peraturan tersebut. Sehingga, banyak masyarakat yang terkena penindakan dari para penegak hukum khususnya kepolisian. Apabila dilihat, peraturan tersebut sudah dilaksanakan di negara lain contohnya Australia, Skotlandia, Inggris, dan lain-lain. Bahkan, banyak penegak hukum yang juga tidak mengetahui mengenai peraturan tersebut.

Alasannya sama, karena belum adanya rekomendasi dan sosialisasi dari pemerintah terhadap para penegak hukum dan juga para penegak hukum juga tidak mengetahui bagaimana penindakan yang akan dilakukan, menggunakan denda atau dengan kurungan pidana. Apabila dilihat lebih jauh sudah sejak tahun 1999, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, Indonesia telah memiliki peraturan untuk melarang orang merokok di tempat-tempat yang ditetapkan. Masyarakat memang tidak boleh merokok disembarang tempat dan diberi tempat khusus untuk bebas merokok.

Namun memang peraturan tersebut belum 100% dilaksanakan dan hanya beberapa kota saja yang telah melaksanakannya. Ini juga dilakukan untuk melindungi dan mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh rokok. Karena, membuat dan menyediakan ruangan untuk zona merokok merupakan hal yang mmahal bagi pemerintah kota sehingga kota belum melaksanakan peraturan tersebut secara maksimal. Dengan adanya ruang untuk merokok, kebijakan kawasan tanpa rokok nyaris tanpa resistensi. Banyak juga masyarakat yang juga menginginkan agar penindakan berupa penilangan terus dilakukan agar masyarakat lebih patuh terhadap peraturan yang berlaku serta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama sehingga lalu lintas menjadi lancar. Dukungan inilah yang dapat mendukung para pihak penegak hukum untuk terus melanjutkan penindakan. Selain itu, masyarakat juga dapat mendukung peraturan tersebut dengan mencari tahu.

“There may be times when we are powerless to prevent injustice, but there must never be a time when we fail to protest”

Elie Weasel 

Share