Mengamati kasus-kasus hukum yang terjadi sejak jaman kolonial Belanda sampai dengan saat ini, maka dapat disimpulkan sulitnya rasa keadilan itu berpihak kepada kaum marjinal atau orang-orang yang secara sosial berkedudukan rendah di masyarakat. Pertanyaan besarnya kenapa hal ini terjadi? Dalam hal ini penulis berpendapat ada beberapa sebab terjadinya ketidakadilan tersebut. Dari literatur hukum yang dibaca maka dapat disimpulkan beberapa penyebabnya, yaitu:
1. Kepentingan sosial politik
2. Rekayasa hukum demi menjaga nama baik seorang tokoh
3. Kurangnya pengetahuan hukum
4. KUHP kita yang masih warisan hukum kolonial
5. Tidak adanya keteladanan dari para pemimpin dan pejabat penyelenggara negara terkait penegakan hukum
6. Pola berpikir akademis yang dicoba dihambat oleh penguasa.

Dalam hal ini menjadi sangat kontradiktif bila dihubungkan dengan motto hukum yang mengatakan bahwa semua orang sama kedudukannya didepan mata hukum. Penulis juga menyoroti tentang mentalitas dan integritas para penegak hukum yang masih banyak oknum-oknum yang tidak bermoral baik. Betapa banyak kita mendengar dan membaca berita tentang kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dari mulai hakim,jaksa,pengacara,kepolisian, dalam hal ini mereka adalah oknum. Syukur masih banyak aparat penegak hukum yang amanah dan ber-integritas. Kita juga menaruh harapan besar terhadap KPK. Dari sekian banyak lembaga penegakan hukum yang ada, mungkin hanya lembaga KPK yang paling dipercaya oleh rakyat walaupun pada sisi lain banyak upaya-upaya dari beberapa oknum di lembaga legislatif untuk melemahkan KPK.

Jauh panggang dari pada api, peribahasa tersebut rasanya masih sesuai dengan kondisi hukum di negara kita, akan tetapi kita tidak boleh putus asa terhadap cita-cita agung dan luhur yang kita inginkan bersama tentang tegaknya hukum di negara kita tanpa pandang bulu hukum yang tajam keatas maupun ke bawah. Dalam hal ini penekanan tajam keatas yang harus menjadi prioritas, Kalau tajam ke bawah maka itu sudah pasti. Anda mungkin masih ingat kasus sum kuning pada era orde baru, betapa sulitnya hukum menjerat orang yang punya hubungan lingkar kekuasaan dan banyak kasus-kasus lain yang dapat dijadikan contoh. Betapa tumpulnya hukum bila berhadapan dengan dinasti lingkar kekuasaan.

Ketidakadilan hukum dapat memperburuk citra bangsa Indonesia dan sekaligus menjajah bangsa sendiri. Sudah banyak berita-berita yang membuktikan hukum di Indonesia itu tidak adil kepada masyarakat kecil, seperti halnya seorang nenek yang renta tidak memiliki akses dan tak mengerti hukum diadili untuk tiga butir kakao senilai Rp. 30.000 di bawa ke pengadilan sedangkan para pejabat yang memakan uang rakyat masih bisa santai dengan kekuasaannya dan memonopoli hukum. Dimanakah letak keadilan bangsa Indonesia? Keadilan hanya diperoleh orang-orang yang berkuasa dan punya uang. Diskriminasi perlakuan hukum antara mereka yang mempunyai uang dan tidak mempunyai uang, antara mereka yang mempunyai kekuasaan dan tidak mempunyai kekuasaan. Penegak Hukum terasa hanya menghancurkan rakyat kecil, padahal adanya hukum itu berfungsi sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial masyarakat.

Hukum di Indonesia masih jauh dari kata adil. Terjadi ketimpangan hukum yang memiliki kekuasaan dan tidak memiliki kekuasaan. Kaum miskin yang mempunyai kelemahan ekonomi, jika mereka tersandung kasus hukum maka akan menjadi beban bagi mereka dan keluarga mereka, dikarenakan siapa nantinya yang akan menafkahi keluarga mereka dan bila terkena denda berupa uang bagaimana mereka membayar denda tersebut. Tetapi berbeda dengan kaum kaya mereka lebih leluasa dalam memonopoli hukum, dengan membayar uang kebebasan pun dapat dibeli dengan mudah, keringanan hukum dapat diterima. Hal tersebut terjadi karena implementasi Pancasila didalam hukum belum tercapai, terutama dalam sila ke-2 dan sila ke-5. Kemudian ditambah masyarakat yang belum sadar hukum, serta rendahnya tingkat pendidikan bagi kaum miskin mengenai hukum. Faktor-faktor tersebut yang membuat hukum di Indonesia mengalami ketidakadilan. Faktor-faktor tersebut juga akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kelangsungan hukum di Indonesia. kepercayaan masyarakat kepada hukum terutama pada aparat-aparat penegak hukum akan turun. Kejahatan yang dilakukan kaum kaya atau kalangan atas semakin tinggi, dikarenakan hukum bisa dibeli oleh mereka. Rakyat miskin semakin terbebani oleh hukum yang berat dan semakin miskin. Faktor-faktor tersebut juga menimbulkan dampak yang buruk bagi kelangsungan hukum di Indonesia. kepercayaan masyarakat kepada hukum terutama pada aparat-aparat penegak hukum akan turun. Kejahatan yang dilakukan kaum kaya atau kalangan atas semakin tinggi, dikarenakan hukum bisa dibeli oleh mereka. Rakyat miskin semakin terbebani oleh hukum yang berat dan semakin miskin.

Terkait pemerintah meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritikan yang pedas kepada kinerja pemerintah, menurut saya itu sudah benar dengan adanya kebijakan tersebut. Namun, itu hanya sia-sia saja jika tidak ada respon dari pemerintah dan hanya diabaikan kritikan tersebut. Masyarakat sudah mengeluh beberapa kali dan demonstrasi besar serta kritikan sudah disampaikan masyarakat untuk menyikapi kinerja pemerintah tapi hasilnya hanya diabaikan dan direpresi. Masyarakat hanya ingin damai dan tenang di negara sendiri dengan adanya hukum yang adil tanpa pandang bulu.

Untuk itu penegakan hukum harus adil, berintregitas dan bermoral. Hukum yang semakin baik dapat menciptakan hubungan sosial yang baik dan damai di negara sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Mbok Minah dan Catatan Hitam Peradilan di Hari Kehakiman. https://m.liputan6.com/news/read/3901107/mbok-minah-dan-catatan-hitam-peradilan-di-hari-kehakiman . Diakses pada tanggal 17 February 2021

Suhardin, Yohanes.2009. Fenomena Mengabaikan Keadilan dalam Penegakan Hukum. Jurnal Mimbar Hukum. 21 (2), 203-408.

Undang-Undang Dasar 1945 Negara Republik Indonesia tentang Pancasila.2009. Surabaya : CV Pustaka Agung Harapan.


kawanhukum.id merupakan platform digital berbasis website yang mewadahi ide Gen Y dan Z tentang hukum Indonesia. Ingin informasi lomba, webinar, call for papers atau acara kalian lainnya juga diterbitkan di sini? Klik tautan ini.

Share.

Leave A Reply