Seiring dengan perkembangan zaman, semua sektor kehidupan manusia seakan diharuskan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang terus menerus berubah. Dalam pelaksanaanya, digital telah menyentuh sebagian besar penduduk dunia. Setiap negara dituntut untuk beradaptasi dengan dunia digital, dengan maksud agar mampu meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Apabila suatu negara terlambat dalam mempersiapkan diri menghadapi era globalisasi, dikhawatirkan akan mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan negara lain yang cenderung lebih siap menghadapi arus globalisasi.

Selain itu, dikhawatirkan juga mengalami kesulitan dalam mencapai kesejahteraan yang lebih maju. Demikian pula dengan Indonesia. sudah sepatutnya Negara Indonesia menuju perubahan dalam pelaksanaan berbagai sektor pemerintahan, salah satunya dalam hal pelaksanaan peradilan. Seperti pada pelaksanaan peradilan di Indonesia saat ini dalam menyesuaikan kondisi yang sedang terjadi.

Kondisi Indonesia pada saat ini sedang menghadapi situasi yang luar biasa yaitu pandemi COVID-19. Virus yang pertama kali muncul di Tiongkok ini kemudian ditetapkan WHO sebagai pandemi global yang berdampak pada perubahan kondisi kehidupan dunia, termasuk di Indonesia. Dalam menghadapi kondisi demikian, tata acara sistem peradilan di Indonesia beralih menjadi berbasis digital. Sejatinya, bukan hanya dikarenakan oleh adanya COVID-19, sistem peradilan di Indonesia berevolusi menjadi digital. Akan tetapi, memang seharusnya pembaharuan dengan metode digital ini dilakukan guna mempersiapkan perkembangan teknologi di masa mendatang.

Lantas bagaimana dengan proses peradilan yang berbasis digital ini dilakukan? Bagaimana dengan integritas yang ditunjukkan oleh hakim dan peradilan yang ada pada saat ini dan di masa mendatang? Sistem peradilan yang dijalankan oleh para penegak hukum dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini melibatkan peran digital. Dalam pelaksanaanya, sidang dilakukan secara virtual. Artinya, persidangan tidak dilakukan secara tatap muka langsung, melainkan secara daring jarak jauh. Meskipun demikian, cara tersebut harus dilakukan untuk beradaptasi dengan situasi yang sedang terjadi. Hal tersebut agar tata hukum peradilan negeri dapat tetap stabil berjalan meskipun terbatas oleh kondisi pandemi COVID-19.

Penerapan sistem secara virtual cukup menjadi terobosan yang darurat terkait munculnya COVID-19 tidak diprediksi sebelumnya. Sehingga, dari sisi masyarakat awam, banyak timbul pertanyaan terkait bagaimana dengan integritas hukum dan peradilan dengan sistem yang terhitung baru tersebut?

Hal itu cukup menjadi sorotan bagi semua orang. Pasalnya, banyak kemungkinan adanya kelemahan terhadap sistem virtual pada peradilan hukum di Indonesia. Seperti kemungkinan adanya kendala dalam pelaksanaan sidang sehingga dapat memunculkan sebuah kecurangan atau mungkin kinerja yang kurang profesional dalam pelaksanaanya.

Sistem berbasis digital yang dijalankan oleh peradilan di Indonesia sekarang ini memang terhitung baru. Namun, bukan berarti integritas bagi hakim peradilan menunjukkan penurunan. Hukum yang ada di Indonesia ini merupakan hukum yang sangat penting bagi keberlangsungan tata negara di Indonesia. Bahkan kedudukan hukum telah diatur dalam undang-undang,  yakni UUD tahun 1945 Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi, “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Jelas bahwa hukum di Indonesia bukan hal yang sepele. Bagaimanapun kondisi yang dihadapi oleh Indonesia khususnya dalam beradaptasi dengan kondisi baru, akan tetapi hukum di Indonesia harus tetap berjalan secara optimal. Demikian juga, dengan integritas hakim yang ada juga harus tetap menunjukkan kinerja yang optimal kapanpun dan dimanapun.

Integritas sendiri merupakan salah satu sikap bentuk cinta terhadap tanah air yang diwujudkan dengan tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan tugas negara. Mengemban tugas negara khususnya sebagai hakim bukanlah hal yang mudah. Seorang hakim harus mampu bersikap adil dan optimal dalam menegakkan hukum di Indonesia. Untuk itu seorang hakim harus memiliki integritas tinggi dalam mengemban tugas dan kewajibannya.

Peradilan di Indonesia akan senantiasa dihadapkan pada kondisi yang baru, baik pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Kita ketahui bahwa dunia akan senantiasa mengalami perekembangan. Derasnya arus globalisasi di masa mendatang akan menjadi tantangan untuk sistem peradilan di Indonesia. Kemajuan-kemajuan teknologi akan mewarnai proses peradilan di Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut cukup menjadi perhatian penting bagi bangsa Indonesia. Kondisi peradilan di Indonesia harus tetap menunjukkan kinerja yang optimal kedepannya, termasuk dengan kualitas sumber daya manusia dan teknologi yang ada. Suatu hal yang menjadi kunci utama yaitu pada kualitas regenerasi berikutnya, hakim-hakim di masa medatang.

Generasi-generasi yang nantinya akan menggantikan sumber daya manusia sekarang harus memiliki kualitas yang unggul. Khususnya dalam memiliki integritas yang mumpuni terhadap peradilan di Indonesia. Hakim-hakim ataupun jenis profesi lain terkait dengan peradilan di Indonesia mendatang, selain memiliki integritas yang tinggi juga harus ‘melek teknologi’. Karena, nasib hukum di Indonesia ditentukan oleh generasi mendatang. Mereka yang akan membawa sistem peradilan Indonesia menghadapi perubahan-perubahan dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa merubah sistem hukum yang utama.

Untuk itu, sangat diperlukan pembekalan-pembekalan mulai dari sekarang. Generasi-generasi bangsa harus mendapatkan ajaran-ajaran yang tepat khususnya terhadap sistem peradilan di Indonesia. karakter-karakter unggul pun harus ditanamkan dalam diri mereka. Rasa cinta terhadap bangsa ini termasuk kepada tata hukum di Indonesia. semua itu ditujukan agar di masa mendatang sumber daya manusia di bidang peradilan memiliki jiwa integritas yang utuh dan mampu memberikan kinerja yang optimal.

Pada dasarnya, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan generasi-generasi emas di masa mendatang. Salah satunya yaitu dengan menerapkan kurikulum yang tepat dalam pendidikan anak di sekolah. Mengajarkan kepada anak di sekolah bagaimana cara bersikap kita sebagai bentuk mencintai hukum di Indonesia. Dengan demikian diharapkan anak-anak bangsa memiliki pemahaman yang cukup mengenai hukum di Indonesia dan cenderung lebih siap untuk menghadapi kondisi di masa depan.


kawanhukum.id bersama Penghubung Komisi Yudisial Jawa Timur mengadakan lomba esai dalam rangka HUT KY ke-15. Lomba ini mengusung tema, Komisi Yudisial, Integritas Hakim dan Masa Depan Pengadilan di Indonesia. Partisipasi peserta adalah bagian dari usaha mewujudkan peradilan Indonesia yang bersih untuk penegakan hukum Indonesia yang lebih baik. Kirimkan tulisanmu paling lambat 27 Agustus 2020!

Share.

1 Komentar

Leave A Reply