Halo KawanHukum!

Kalian tau nggak sih mengapa hukum Islam menjadi mata kuliah pokok di Fakultas Hukum? Pasti kita juga sering bertanya-tanya kan, terkait hal tersebut? Yuk, sekarang kita bedah dan telusuri bersama tentang hal ini!

Sebagaimana yang sudah diketahui, hukum Islam merupakan hukum yang berasal dari agama Islam, yakni hukum yang diturunkan oleh Allah untuk mengatur kemaslahatan hamba-Nya di dunia maupun akhirat. Hukum Islam juga menjadi salah satu sistem hukum yang juga berlaku di Indonesia disamping sistem hukum lainnya (Sistem Hukum Adat dan Sistem Hukum Civil Law) yang pada dasarnya memiliki kedudukan yang sama. Ketiga sistem hukum tersebut sudah bukan hal asing lagi, bahkan sangat relevan dan kerap ditemui dalam kehidupan di masyarakat. Begitu pula hal nya yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Hukum Islam djadikan sebagai salah satu unsur yang mutlak untuk kelengkapan pengajaran ilmu hukum di Fakultas Hukum.

Lantas, apa saja sih sebenarnya alasan pendukung yang menjadikan hukum Islam menjadi mata kuliah di Fakultas Hukum? Berikut terdapat 5 alasannya, antara lain:

1. Alasan Sejarah 

Di era masa kolonial Belanda, Islam dan bahasa Arab menjadi objek studi beberapa Universitas yang berada di Belanda. Bahkan, terdapat pula majalah-majalah yang diantaranya berisi artikel mengenai Islam. Selain itu, dalam dunia internasional pembahasan terhadap masalah Hukum Islam pun juga telah lama berkembang dan dikenal sebagai bagian dari oriental studies dengan para orientalis terkemuka. Di Royal Academy di Dest yang didirikan pada tahun 1842 yang melatih calon-calon pegawai sipil dari Hindia-Belanda, disamping bahasa, geografi, etnografi dari Nusantara juga diberikan mata kuliah hukum islam. Hal lain daripada itu, pada masa pemerintahan Belanda di semua sekolah tinggi Fakultas Hukum pun juga diajarkan tentang hukum Islam atau disebut sebagai Mohammedaansch recht, sehingga hal tersebut memunculkan perkembangan ajaran hukum islam.

2. Alasan Ilmiah

Setelah penelusuran lanjutan, ternyata kehadiran hukum Islam sebagai suatu ilmu telah lama dikaji, dipelajari, serta telah mendapat pengakuan dari dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya hukum Islam ke dalam daftar kode bidang atau disiplin ilmu dan teknologi yang tercatat pada UNESCO.

3. Alasan Yuridis

Alasan formal yuridis juga turut melatarbelakangi adanya kehadiran hukum Islam ini dalam hukum positif yang ada di Indonesia saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa regulasi yang telah terbentuk yakni mengenai: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Jo. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama.

4. Alasan Konstitusional

Selain ketiga hal tersebut, alasan konstitusional hukum Islam menjadi mata kuliah pokok di Fakultas Hukum itu juga berdasarkan Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Adapun isi Pasal 29 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 berbunyi:

Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan
untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Jika dilakukan tafsiran secara berkelanjutan, maka Negara Republik Indonesia tidak boleh hadir atau bahkan memberlakukan suatu norma hukum yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam bagi umat Islam, ajaran Nasrani bagi umat Nasrani, ajaran Hindu bagi umat Hindu, maupun ajaran Budha bagi umat Budha. Hal ini sejatinya sebagai wujud pembuktian bahwa Negara Indonesia juga berkewajiban untuk membentuk, menjalankan dan memastikan agar hukum yang berasal dari agama yang dianut oleh setiap masyarakat di Indonesia dapat terlaksana. Tentu saja pelaksanaan hukum agama itu memerlukan bantuan dari alat kekuasaan negara atau pun syariat yang tidak memerlukan bantuan kekuasaan negara untuk melaksanakannya menjadi kewajiban pribadi bagi pemeluk agama itu sendiri.

5. Alasan Penduduk

Komposisi penduduk di Indonesia seolah-olah memang bukan menjadi rahasia umum lagi. Mengapa demikian? Karena memang mayoritas penduduk di Indonesia ini beragama islam. Hal ini juga didukung oleh hadirnya data World Population Review yang dimana menunjukkan jumlah penduduk muslim di Tanah Air saat ini (2020) telah mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa. Sungguh banyak kan? Tentu hal ini juga menjadi penguat faktor dan alasan yang berimplikasi terhadap beberapa ketentuan hukum Islam yang turut mewarnai hukum nasional di Indonesia.

Nah, bagaimana KawanHukum? Sekarang kita sudah tahu, kan alasan mengapa hukum Islam menjadi mata kuliah pokok yang pasti ada di Fakultas Hukum? Semoga kalian tetap semangat menggali informasi dan memahami terkait hukum Islam itu lebih jauh ya. Semoga bermanfaat!

 

kawanhukum.id merupakan platform digital yang mewadahi ide Gen Y dan Z tentang hukum Indonesia. Tulisan dapat berbentuk opini, esai ringan, atau tulisan ringan lainnya dari ide-idemu sendiri. Ingin tulisanmu juga diterbitkan di sini? Klik tautan ini.

Share.

Seorang anak pertama dari dua bersuadara yang terlahir dari keluarga sederhana, yang menyukai travelling dan anti denga kata "Menyerah"

Leave A Reply