Hari ini:Oktober 20, 2019

Hukum Kesehatan: Kaidah Fundamental Dari Sebuah Perpaduan

Peleburan Dalam Ilmu Hukum

Dalam tulisan sebelumnya telah dijelaskan apa dan bagaimanakah karakteristik pendidikan hukum itu (Link: https://kawanhukum.id/mau-kuliah-hukum-mari-kenali-hukum-lebih-dekat/). Kali ini, penulis akan menyajikan topik tentang hukum dalam cabang ilmu pengetahuan lainnya. Penulisan terkait hal ini bertujuan agar para pembaca dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang sifat khas dari ilmu hukum secara langsung.

Ilmu hukum memiliki keistimewaan sebagai sebuah ilmu yang dapat diterapkan pada berbagai cabang ilmu. Sifat yang demikian tersebut menyebabkan ilmu hukum dapat digunakan juga pada ilmu sains dan teknologi yaitu di bidang kesehatan. Sebagai suatu ilmu yang membidangi tentang kesehatan, sebuah konsep aturan perlu untuk diterapkan didalamnya. Hal ini mengingat pada sifat fundamental dan unik dari ilmu kesehatan yang memerlukan perhatian ekstra.

Hukum dan Kesehatan

Konsep tentang aturan dunia kesehatan telah dimulai sejak jaman sebelum masehi (SM). Munculnya pemikiran tersebut dipelopori oleh sumpah yang diikrarkan oleh seorang dokter berkebangsaan Yunani bernama Hippocrates (460-377 SM). Dalam sumpah tersebut diikrarkan 10 poin penting yang wajib ditaati oleh tenaga kesehatan yang ditutup dengan kalimat

. . . ;if I transgress it and swear falsely, may the opposite off all this be my lot.

Kata-kata tersebut menjelaskan bahwa seorang tenaga kesehatan yang melanggar sumpah harus siap dibalik nasibnya merupakan bukti bahwa sumpah tersebut bersifat sakral. Sumpah tersebut diikrarkan mengingat bahwa profesi tenaga kesehatan khususnya seorang dokter merupakan pekerjaan yang menentukan nasib kehidupan manusia. Ikrar tersebut menjadi panutan profesi kesehatan khususnya profesi kedokteran sampai saat ini dan diadopsi dalam berbagai bentuk lafal sumpah kedokteran.

Bidang Kesehatan: Hukum atau Etika?

Beberapa orang sering menanyakan: “Di bidang kesehatan itu yang diperhatikan aspek hukum atau etika sih?”. Keadaan tersebut sering terjadi dan merupakan hal yang wajar. Hal tersebut terjadi karena setiap membicarakan tentang aspek hukum kesehatan maka seseorang akan dihadapkan tidak hanya pada konsep hukumnya saja namun juga etika bidang kesehatan.

Jika seseorang berpikir bahwa hal tersebut dapat diselesaikan dengan membuat definisi maka hal tersebut adalah benar. Namun, sampai saat ini ilmuan hukum dan bioetika masih belum menemukan esensi tersebut. Ada beberapa versi mengenai terminologi hukum di bidang kesehatan, “medical law”, “health law”, “healthcare law”, dan lain sebagainya. Meskipun ada berbagai pengertian namun kata “medical law” atau hukum medis merupakan terminologi yang paling sering digunakan. Terlepas dari hal tersebut sebenarnya hukum kesehatan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:

The law sets down minimally acceptable standards, while ethical approaches may include deciding what would be the ideal way for a person to behave.”

– Jonathan Herring (2016)

Pendapat tersebut didasarkan pada asal muasal kaidah dalam dunia kesehatan yaitu Sumpah Hippocrates yang menyinggung bagaimana seorang tenaga kesehatan seharusnya bertindak. Hal tersebut diperkuat dengan dibutuhkannya suatu kekuatan agar aturan tersebut dapat berlaku secara tepat yaitu lewat aturan hukum yang menentukan batas tindakan. Meskipun memiliki sifat yang berbeda, namun kedua pengertian tersebut memiliki tujuan yang sama dan memiliki konsep yang saling berhubungan. Maka patut disadari bahwa perdebatan antara keduanya merupakan sesuatu yang tidak diperlukan yang membentuk istilah yang sering digunakan dalam literatur hukum kesehatan yaitu: Etika dan Hukum Kesehatan (Medical Law and Ethics).

Sifat Fundamental Kaidah Bidang Kesehatan

Dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa hukum kesehatan memiliki sifat yang sangat penting. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh awal terbentuknya kaidah tenaga kesehatan yang dicetuskan pada masa sebelum masehi. Keadaan tersebut selanjutnya mulai terus berkembang sejalan dengan waktu. Semakin lama, konsep aturan kesehatan terus berubah yang akhirnya membuat peranan ilmu hukum dikaitkan didalamnya. Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan pandangan yang menyebabkan pengertian dari ilmu hukum dalam bidang kesehatan menjadi kabur. Namun, dengan adanya kepentingan yang sama yaitu adalah kepentingan menyelamatkan, menyejahterahkan, dan menghormati umat manusia maka suatu keputusan pun dilahirkan yang melahirkan konsep etika dan hukum kesehatan sebagai suatu ilmu yang saling bersebelahan.

Medical Law and Ethics is a fundamental aspect in society because it determines the methods of how to respect human beings and at the same time tries to save his / her life through a medical treatment

Share

Just a man who seeks the truth about justice . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.