September 20, 2020

Bukan Hanya Indonesia, 12 Negara Ini Juga Merdeka di Bulan Agustus

Bagi masyarakat Indonesia, Agustus menjadi bulan yang sangat istimewa. Pada bulan ini, banyak festival yang diselenggarakan di banyak tempat lantaran Indonesia mendapatkan kemerdekaan pada bulan ini. Meskipun tahun ini tampaknya kemeriahan tersebut tidak dapat disaksikan karena COVID-19. Selain Indonesia, ternyata ada beberapa negara yang juga menganggap bulan ini istimewa lantaran kemerdekaan negaranya diraih pada bulan Agustus juga.

Berikut ini adalah 12 negara yang juga merdeka pada bulan Agustus:

1. Bolivia (6 Agustus 1825)

Bolivia adalah salah satu negara yang terletak di Amerika Selatan. Negara ini mendapatkan kemerdekaan pada 6 Agustus 1825 dan hari ini dirayakan sebagai hari kemerdekaan Bolivia setiap tahunnya. Perayaan diadakan di seluruh negeri, salah satunya adalah dengan aksi parade jalanan sambil membawa bendera Bolivia.

Bolivia mendapatkan kemerdekaannya dari Spanyol setelah berlangsung berabad-abad penjajahan oleh Pemerintah Spanyol. Gagasan kemerdekaan Bolivia terinspirasi dari Revolusi Perancis (1789) dan Kemerdekaan Amerika Serikat (1776). Perjuangan kemerdekaan berlangsung lebih dari 15 tahun, dari tahun 1809 hingga 1825. Proses ini melibatkan banyak pertempuran dan kematian yang tak terhitung jumlahnya. Nama Bolivia diambil dari pemimpin militer dan politik perjuangan kemerdekaan Amerika Selatan, Simon Bolivar.

2. Jamaika (6 Agustus 1962)

Seperti Bolivia, Jamaika juga mendapatkan kemerdekaan negaranya pada tanggal 6 Agustus. Tepatnya, pada 6 Agustus 1962, setelah dijajah berabad-abad lamanya oleh pemerintah Spanyol (1509) dan pemerintah Inggris (1655). Kemerdekaan Jamaika didapatkan setelah dilangsungkan pemilihan umum yang dimenangkan oleh Partai Buruh Jamaika. Pada 19 Juli 1962, Parlemen Inggris mengesahkan Undang-Undang Kemerdekaan Jamaika, UU ini memberikan kemerdekaan Jamaica Sejak 6 Agustus 1962 dengan menempatkan Sang Ratu sebagai Kepala Negara.

3. Singapura (9 Agustus 1965)

Singapura merdeka pada 9 Agustus 1965. Gelombang perjuangan kemerdekaan sebenarnya sudah dimulai pada dekade sebelumnya. Menguatnya arus nasionalisme mendorong lahirnya pemerintahan yang berdaulat di Singapura dan pada 1959 diselenggarakan pemilihan umum pertama kali di Singapura. People Action Party (PAP) berhasil memenangkan suara parlemen dan Lee Kuan Yew menjadi perdana menteri pertama Singapura.

Pada tahun 1963, negara Malaysia dibentuk yang terdiri atas Federasi Malaya, Singapura, Sarawak, dan Kalimantan Utara (sekarang Sabah). Meskipun langkah ini bertujuan untuk membina hubungan yang lebih dekat, penyatuan pemerintahan Singapura ke dalam pemerintahan Malaysia ini hanya dapat berlangsung kurang dari dua tahun. Pada 9 Agustus 1965, Singapura dikeluarkan dari bagian Malaysia untuk menjadi negara tersendiri.

4. Ekuador (10 Agustus 1830)

10 Agustus 1830 dikenal sebagai ‘El Primer Grito de Independence’ atau hari kemerdekaan Ekuador. Meskipun dalam sejarahnya 24 Mei 1822 dirayakan sebagai hari kemerdekaan pertama Ekuador terhadap Spanyol. Di Ekuador saat ini, 10 Agustus setiap tahunnya menjadi hari libur nasional dan perayaan kemerdekaan diselenggarakan secara luas di seluruh wilayah. Di Quito, misalnya, acara diselenggarakan di Plaza de la Independencia dan Palacio de Gobierno. Seluruh kota diterangi dengan indah disertai dengan parade militer dan acara budaya sebagai bentuk bersukacita.

Perayaan ini menyoroti setiap aspek keanekaragaman budaya dan kegembiraan negara ini dan rakyatnya. Orang-orang dari negara yang tinggal di Amerika Serikat juga banyak yang turut merayakan hari ini di Amerika Serikat. Komunitas imigran di Amerika Serikat menyelenggarakan berbagai jenis pertunjukan musik, olahraga dan budaya dan program untuk merayakan hari kemerdekaan ini.

5. Pakistan (14 Agustus 1947)

Kemerdekaan Pakistan adalah akibat dari pemisahan dua negara bekas jajahan Inggris, menjadi Pakistan dan India. Pemisahan dua negara ini menyusul dari rencana Inggris memberikan kemerdekaan kepada wilayah jajahannya. Kemudian, terjadi perselisihan antara kelompok Islam dan Hindu tentang konsep dan falsafah negara. Perundingan demi perundingan telah berlangsung namun tetap tidak mendapatkan titik temu. Pakistan berdiri sebagai wilayah dengan penduduk mayoritas Islam, sedangkan India berdiri sebagai negara dengan penduduk mayoritas Hindu.

6. India (15 Agustus 1947)

Satu hari setelah deklarasi kemerdekaan Pakistan, India turut mendeklarasikan kemerdekaannya. Awalnya, para pejuang kemerdekaan menginginkan persatuan India Raya yang mencakup wilayah India, Pakistan dan Bangladesh saat ini. Namun, konflik diametral yang meliputi perjalanan wilayah ini menjadi salah satu alasan sulitnya ide tersebut diwujudkan. Pada akhirnya, India berdiri sebagai negara tersendiri dengan sistem dan tatanan bernegara terpisah dengan Pakistan.

7. Korea Selatan (15 Agustus 1945)

Hari kemerdekaan Korea Selatan adalah 15 Agustus 1945. Saat itu, Jepang menyatakan menyerah tanpa bersamaan dengan kekalahan Jepang pada detik-detik terakhir Perang Dunia II. Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II ini menjadi momen berarti bagi Korea Selatan, karena kemerdekaan yang  sudah lama diidamkan oleh rakyat Korea Selatan akhirnya datang. Namun demikian, Amerika Serikat ingin terlibat dengan melakukan serangkaian intervensi politik kemerdekaan Korea Selatan agar dapat tunduk di bawah kendali Amerika Serikat.

8. Republik Congo (15 Agustus 1960)

Republik Kongo merdeka pada 15 Agustus 1960, setelah mendapatkan kemerdekaan penuh dari Prancis. Presiden pertama adalah Youlou, yang dalam pemerintahannya mendapatkan perlawanan baik dari lawan partai politik hingga elemen buruh. Kemudian, Militer Kongo mengambil alih kendali negara dan memberlakukan pemerintahan sipil sementara di bawah Alphonse Massamba-Débat.

9. Afghanistan (19 Agustus 1919)

Afghanistan melangsungkan hari kemerdekaan pada 19 Agustus setiap tahunnya, sekaligus sebagai hari libur nasional. Hari kemerdekaan pada 19 Agustus 1919 adalah hari di mana Afghanistan membuat kesepakatan eprjanjian Anglo-Afghanistan yang berisi pelepasan status negara yang dilindungi. Salah satu isi dalam perjanjian ini adalah hubungan netral antara Inggris dan Afghanistan sehingga Afghanistan memiliki kebebasan terhadap tata kelola domestiknya.

10. Moldova (27 Agustus 1991)

Kemerdekaan Moldova dideklarasikan pada 27 Agustus 1991, yang sebelumnya menjadi bagian dari Uni Soviet. Meskipun, kemerdekaan negara ini baru secara resmi diakui pada 2 Maret 1992, yaitu ketika Moldova menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini mengingat bahwa Moldova baru merdeka sepenuhnya dari Uni Soviet pada  Desember 1991, sebelum kemudian memutuskan untuk bergabung dengan PBB.

11. Kyrgyzstan (31 Agustus 1991)

Kyrgystan merdeka pada 31 Agustus 1991, yaitu  setelah Dewan  Tertinggi  Republik Kyrgyzstan menetapkan undang-undang tentang deklarasi kemerdekaan Republik Kyrgyzstan. Dengan penetapan undang-undang ini, Kyrgyzstan menjadi sebuah negara yang merdeka dari Uni Soviet. Pada 1993, Kyrgyzstan baru menetapkan konstitusi pertama yang telah direvisi beberapa kali dalam 20 tahun. Pada masa-masa awal kemerdekaannya, negara ini telah mengalami dua kali revolusi, yang salah satu isinya menempatkan dua presiden pertamanya di pengasingan Rusia dan Belarusia.

12. Malaysia (31 Agustus 1957)

Malaysia baru mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada 31 Agustus 1957. Pada tanggal ini, Malaysia menyebutnya dengan istilah Hari Merdeka atau Hari Kebangsaan, sebagai hari resmi Malaysia. Dalam Pasal 160 UUD Malaysia, disebutkan bahwa  31 Agustus 1957 dirayakan dengan upacara, berikut perayaan baik resmi maupun tidak resmi. Terdapat perselisihan tentang perayaan hari kemerdekaan yang tepat di Malaysia, yaitu padakah 31 Agustus 1957 atau 16 September 1963. Hal demikian mengingat bahwa sesungguhnya baru merdeka pada 16 September 1963.


Baca juga artikel menarik lainnya yang ditulis oleh Muhammad Bahrul.


kawanhukum.id merupakan platform digital berbasis website yang mewadahi ide Gen Y dan Z tentang hukum Indonesia. Tulisan dapat berbentuk opini, esai ringan, atau tulisan ringan lainnya dari ide-idemu sendiri. Ingin tulisanmu juga diterbitkan di sini? Klik tautan ini.

Muhammad Bahrul

Fakultas Hukum Universitas Jember

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments