Bahagiakan Diri Sendiri atau Orang Lain Dahulu?

Perbandingan adalah perwujudan dari ketidaksamaan di mana adanya perbedaan di antara satu dengan yang lainya menghasilkan penilaian yang fluktuatif baik kuantitas, maupun kualitas. Tidak puas rasanya jika tidak mengetahui tentang sebab yang menjadi salah satu lebih tinggi dari yang lainya.

Dengan alegori di dalam arena yang sama dengan dua individu siap bertanding tinju maka yang bertahan akan berhak mendapat predikat yang paling kuat. Tetapi, apakah semata-mata manusia melakukan sesuatu hanya untuk mendapat predikat atau penghargaan?

Apakah lelah dapat terbayarkan hanya dengan pangkat atau jabatan? Apakah darah yang bersimbah pantas hanya demi uang dan harta?

Jika dipikirkan, hampir setiap hari kita harus menghadapi macet, menghadapi tugas kuliah, belum lagi, berita di televisi, radio, dan media sosial tidak berhenti 24 jam. Dunia telah ramai dengan ragam perang argumentasi politisi, perbedaan opini kaum intelektual, siasat dagang, iklan yang memborbardir, dan segala keributan lainya.

Akhirnya, timbul pertanyaan, bagaimana bisa berdamai dan hidup tenang dengan berbagai situasi ini? Lalu apa yang sesungguhnya menjadi tujuan manusia dalam hidup di dunia perlu ditelisik kembali.

Untuk mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak luput dari berfilsafat. Termasuk menentukan kebenaran apa sesungguhnya tujuan yang harus manusia capai dalam menjalankan kehidupanya. Ternyata pemikiran ini telah menjadi momok pebicaraan sejak zaman Yunani Kuno oleh para filsuf terkemuka seperti Plato dan Aristoteles yang hidup di abad ke 4 hingga 3 sebelum Masehi.

Dengan jalan mencapai kebahagiaan, Plato dan Aristoteles percaya bahwa kebahagiaan secara esensial bergantung pada kebajikan (virtue) dan tidak terletak pada kepemilikan atas kebaikan-kebaikan eksternal seperti kekayaan, kesehatan, ketenaran, dan kesuksesan keluarga.

Buah pemikiran Plato yang melahirkan bahwa manusia dengan virtue harus mencapai Areté (keutamaan). Keutamaan yang dimaksud manusia harus dapat menjadi versi terbaik dalam dirinya.

Jika seorang dokter harus menjadi dokter yang melaksanakan kewajibanya untuk menolong pasien memperbaiki kondisi kesehatanya. Berusaha semampunya hingga keutamaan peranya tercapai. Tidak berbeda dengan kedudukan profesi, menjadi seorang ayah memiliki keutamaan melindungi keluarga dan memberi nafkah. Maka seorang ayah harus mencapai fungsinya sebagai keutamaan dalam keberadaanya. Yaitu menjadi pelindung untuk anak dan istrinya serta mensejahterakan hidup keluarganya dengan pemberian nafkah yang telah menjadi kewajibanya. Dengan pencapaian tersebut berarti ia telah melaksanakan kebajikan yang membuat ia bijaksana dan mencapai keutamaanya.

Seperti konsepsi Aristoteles yang sedikit banyak mengandung teologi, memperkuat filsafat moralnya. Teologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengetahuan ketuhanan yang mencakup sifat Allah, dasar kepercayaan kepada Allah, dan agama, terutama berdasarkan kitab suci. Dalam etika Aristoteles memaparkan apa yang disebut “yang baik untuk manusia”. Dalam benaknya, kebahagiaan adalah hal yang tidak didapat tanpa berusaha.

Kebahagiaan harus dikejar dan diraih karena tidak datang dengan sendirinya. Aristoteles menganggap setiap orang bermufakat bahwa hal yang harus dicapai adalah eudaimonia (Etika Nikomakhean 1095 18-20). Dengan lazim diartikan sebagai kebahagiaan (happinesss) tetapi sebenarnya memiliki arti yang lebih tajam dari pada itu.

Aristoteles percaya bahwa yang baik adalah eudaimonia yang didukung oleh dua pertimbangan: (a)eudaimonia, terutama, mempunyai ciri khas suatu tujuan, yaitu mencari hal-hal yang mewujudkan eudaimonia demi dirinya sendiri; dan (b) ia bersifat cukup diri (self-sufficent) yaitu bukan hanya mendambakan eudaimonia tetapi tidak ada yang dapat lagi ditambah untuk membuatnya lebih didambakan, pendek kata eudaimonia adalah yang paling didambakan.

Melangkah dari teori yang telah dijelaskan. Hidup memiliki tujuan di mana tujuan adalah akhir dari pencapaian yang akan dapat dinikmati tanpa batas waktu. Dari kedua tokoh di atas hidup telah baik jika mencapai kebahagiaan.

Selama nafas berhembus manusia harus melakukan hal yang baik untuk mencapai tujuan hidupnya. Namun ternyata bukan sampai situ hilirnya. Ternyata dunia tidak dapat menghadirkan bahagia yang sesungguhnya. Karenanya, ada hal hal yang diusahakan untuk mendapat kebahagiaan yang sekedarnya. Sekedar yang dimaksud adalah kebahagiaan duniawi yang dapat berhenti dan ada batasnya. Dan klasifikasi kedua adalah bahagia yang abadi. Bahagia yang seharusnya dipersiapkan dan diutamakan.

Menurut Thomas Aquinas, tidak mungkin manusia mencapai tujuan akhir dalam dunia ini. Apapun yang diciptakan tidak akan menghadirkan kebahagiaan yang sesungguhnya, karena berkat akal budinya manusia memiliki akal yang tak terbatas. Begitu pula kehendak manusia baru puas ketika sampai di nilai tertinggi, yaitu Tuhan.

Thomas Aquinas adalah salah satu filsuf zaman pertengahn yang termasuk tokoh penting dalam filsafat dan teologi dunia barat. Ratusan karya telah lahir sebagai buah pena-nya. Tidak berkontradiksi dengan ajaran Aristoteles, Namun pada pernyataanya terlihat titik berat yang semakin spesifik terkait Tuhan atau Allah. Dengan ini apa yang telah menjadi tujuan hidup semakin terang maksud akan teridentifikasi langkah-langkah untuk mencapai hakikat hidup dengan kebajikan semakin mudah dipahami.

Hidup bermasyarakat telah menjadi jalan manusia. Di dalam masyarakat ada individu-individu dengan sifat, kedudukan, dan impian yang berbeda di setiap individunya. Semakin banyak variabel akan menimbulkan kondisi yang beragam. Maka tak jarang antar tiap individu memiliki benturan kepentingan yang dapat merusak kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Tentu ada nilai yang harus dipertahankan dan dipahami demi mencapai tujuan baik sebagai individual dan sebagai mahluk sosial di masyarakat.


kawanhukum.id merupakan platform digital yang mewadahi ide Gen Y dan Z tentang hukum Indonesia. Tulisan dapat berbentuk opini, esai ringan, atau tulisan ringan lainnya dari ide-idemu sendiri. Ingin tulisanmu juga diterbitkan di sini? Klik tautan ini.



Tinggalkan Balasan