Bagaimana Sih Kriteria Sosok Pemimpin Perempuan Bagi Generasi Y dan Z?



Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, kali ini kita akan membahas mengenai sosok pemimpin perempuan khususnya bagi Generasi Y dan Z yang dapat dijadikan role model  pemimpin yang ideal untuk dapat mempengaruhi dunia dengan dampak perubahan yang lebih baik bagi kesejahteraan gender.

Berbagai gerakan untuk mengupayakan kesetaraan gender telah seringkali dilakukan sejak lama. Kini di era digital kita dilengkapi dengan kemudahan komunikasi yang serba cepat dan mudah membuat banyak generasi muda terlihat turut juga mengekspresikan dukungannya terhadap lahirnya sosok pemimpin perempuan di antara masyarakat. Namun, dibalik banyaknya potensi dan dukungan terhadap kehadiran pemimpin perempuan ternyata terdapat berbagai tantangan dan stigma yang harus di hadapi oleh perempuan untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal ditengah masyarakat khususnya generasi muda Y dan Z.

Kali ini kita akan membahas apa saja kriteria sosok pemimpin perempuan bagi generasi Y dan Z. Sebelum itu, kita perlu mengenal apa yang dimaksud dengan istilah generasi Y dan generasi Z itu?

Menurut Ryan Martian, SP, MM dalam webinar yang diselenggarakan LPKN “The 5.0 Leader-Leadership Development Program”. Beliau menyampaikan bahwa terdapat acuan siklus tahunan yang menentukan kelompok kelahiran karena memiliki karakteristik dan pola pikir yang sama karena di lahirkan dan dibesarkan pada zaman yang sama, antara lain:

  1. Baby Boomers yakni generasi yang lahir di sekitar tahun 1945-1960
  2. Generasi X yaitu generasi yang lahir 1960-1980
  3. Generasi Y atau Millenial yaitu generasi yang lahir di sekitar tahun 1980-1995
  4. Generasi Z yaitu generasi yang lahir di sekitar tahun 1995-2010

Selain itu, kini ternyata juga muncul generasi baru yang dinamakan Generasi Alpha yaitu generasi yang lahir di sekitar tahun 2010-2025 mendatang, generasi ini biasanya adalah anak dari generasi millenial. Jadi Generasi Y dan Z identik disebut generasi muda atau generasi Millenial saat ini yaa. Generasi yang mengalami berbagai perubahan kondisi sosial dan ekonomi dunia yang disertai perkembangan teknologi informasi. Generasi ini sangat ahli dalam menggunakan teknologi digital dan aktif berselancar di sosial media sejak masih kecil. Oleh sebab itu generasi ini memiliki wawasan dan pemikiran yang luas serta dipenuhi dengan berbagai kreativitas yang unik dan berbeda dengan generasi sebelumnya.

Berbicara soal idealnya seorang pemimpin itu, apa saja sih kriteria pemimpin bagi generasi muda Y dan Z ini? Berdasarkan buku “Unboss : Bagaimana seharusnya memimpin di era digital” karya Lars Kolind & Jacob Botter, ada dijelaskan beberapa hal mengenai pergeseran pemikiran tentang sosok pemimpin masa kini. Pemimpin yang di idamkan oleh generasi Millenial, antara lain:

  • Pemimpin yang dapat menjadi mitra atau kawan kerja bukan sebagai atasan atau boss yang sedikit-sedikit memerintah melainkan turut serta bekerja dan mengayomi layaknya kawan membantu kawan,
  • Pemimpin yang menginsipirasi, sosok pemimpin yang lahir dari semangat dan perjuangan untuk mencapai kesuksesan sangat disukai dan diikuti oleh generasi muda karena banyak hal positif yang bisa dipelajari darinya,
  • Pemimpin dengan jiwa wirausaha dan pelayan, sosok pemimpin yang mandiri,bertanggung jawab, teguh dan percaya diri dengan usaha yang dilakukannya namun tetap rendah hati dan mau melayani.
  • Pemimpin yang Inklusif, yakni pemimpin yang menyetarakan posisi dirinya dengan orang lain dan berusaha memahami pandangan orang lain agar dapat tercapai penyelesaian suatu masalah,
  • Pemimpin sama dengan pendengar yang baik, seorang pemimpin harus dapat menjadi pendengar yang baik dan bukan hanya ingin didengar dan dipahami saja,
  • Pemimpin menganggap dirinya sesama pekerja dan pembelajar, pempin tidak merasa dirinya adalah boss namun ia juga berada pada posisi pekerja juga dan sama-sama harus terus belajar,
  • Pemimpin masa kini itu selain menginspirasi semua orang, juga harus dapat memfokuskan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas, mendorong semangat agar lebih maju dan mengakui kinerja mitranya,
  • Pemimpin Millenial itu tidak pelit ilmu alias senang untuk berbagi informasi dan ilmu pengetahuan yang ia miliki, yah karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama kan?,
  • Pemimpin masa kini tidak monoton dan tidak terbatas, sistem kerja yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang ideal seringkali dengan kesan informal, terintegrasi di tempat kerja alias berbaur jadi satu dan memberikan akses kreativitas yang tidak dibatasi.

Nah, hal diatas adalah gambaran umum pemikiran generasi muda mengenai apa saja yang harus dimiliki sosok pemimpin, bukan hanya harus dimiliki oleh kaum pria saja namun juga perempuan.

Karena sosok pemimpin ada dan hadir pada setiap kita, insan manusia yang mau terus maju dan berkembang menjadi seorang yang sukses dan bermanfaat bagi sesama bukan di dasarkan oleh gender apa yang dimiliki.

Melihat kenyataan ternyata telah banyak hadir sosok pemimpin dari kaum perempuan termasuk di sektor sosial, ekonomi dan juga pemerintahan. Hal ini dikarenakan telah ada aturan yang mengatur mengenai hak dan kesempatan perempuan untuk menjadi seorang pemimpin. Sebut saja salah satunya Konvensi Hak-hak Politik Perempuan yang mengatur mengenai hak dan kesempatan perempuan untuk menjadi pemimpin di pemerintahan.

Pasal 25 ICCPR “Setiap warga negara harus mempunyai hak dan kesempatan, tanpa pembedaan apapun sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 dan tanpa pembatasan yang tidak layak, untuk:

a. Ikut serta dalam pelaksanaan urusan pemerintahan, baik secara langsung ataupun melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas;

b. Memilih dan dipilih pada pemilihan umum berkala yang murni, dan dengan hak pilih yang universal dan sama, serta dilakukan melalui pemungutan suara secara rahasia untuk menjamin kebebasan menyatakan keinginan dari para pemilih;

c. Memperoleh akses pada pelayanan umum di negaranya atas dasar persamaan dalam arti umum.

Meskipun telah ada regulasi yang melindungi dan menjamin hak-hak perempuan termasuk hak menjadi seorang pemimpin, ternyata masih ada tantangan yang perlu dihadapi dan boleh dikatakan pandangan atau stigma mengenai perempuan sebagai pemimpin belum sepenuhnya diterima ditengah masyarakat. Kaum pria masih dianggap lebih unggul dalam peran kepemimpinan, kaum perempuan tercipta untuk melayani kaum pria yang diartikan bahwa kaum perempuan adalah kaum lemah dan harus dilindungi oleh kaum pria, kaum pria lebih mudah dan cepat untuk mengambil keputusan yang sulit berdasarkan pemikiran logika dibandingkan kaum perempuan yang didominasi dengan sisi emosional saja.

Sebetulnya pemikiran-pemikiran tersebut telah tumbuh dan melekat pada budaya masyarakat. Namun, sejatinya faktor gender tidak mempengaruhi kualitas seorang pemimpin, toh sudah banyak pemimpin-pemimpin perempuan dunia yang sukses dan mampu melaksanakan perannya dengan baik dalam bekerja. Sebut saja pemimpin dunia seperti Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen, dsb. Tidak hanya itu di indonesia juga ada hadir sosok pemimpin perempuan Indonesia yang menginspirasi seperti mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Menteri Keuangan RI Srimulyani, Presenter handal Najwa Shihab dan masih banyak lagi disini. Tidak hanya itu dari generasi millenial juga ada contoh pemimpin perempuan yang luar biasa seperti Risa Santoso, wanita muda yang dipercaya menjadi Rektor Institute Teknologi Bisnis Asia Malang.

Generasi muda masa kini alias generasi Y dan Z dengan pemikiran maju yang dimilikinya tentu diharapkan memiliki pandangan yang berbeda (out of the box) dan tidak perlu mempersoalkan masalah gender karena pemimpin pada intinya adalah sosok yang mampu  “manage by head and lead by hearth”. Jadi, pemimpin adalah orang yang memiliki kompetensi seorang pemimpin.

 

 



Tinggalkan Balasan