Penulis: satriaunggul

Dosen Fakultas Hukum UMSurabaya, Peneliti PUSAD UMSurabaya dan Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)

Kabar kepemilikan alat-alat sadap canggih menggemparkan masyarakat Indonesia, peretasan terhadap akun sejumlah aktivis belakangan ini menjadi momok bagi para pegiat anti-korupsi dan HAM. Hal tersebut dibenarkan sejumlah anggota Komisi Pertahanan dan Intelijen DPR-RI. Salah satu alat tersebut yaitu Pegasus, program perusak sekaligus mata-mata (spyware) buatan NSO Group Technologies, perusahaan asal Israel. Perangkat lunak ini dapat digunakan untuk menginfeksi telepon seluler dan mengambil data berupa foto, percakapan, serta nomor kontak, juga merekam pembicaraan target jarak jauh (Tempo.co, 27/06/2020). Ingatan kembali pada aksi #Reformasidikorupsi beberapa waktu yang lalu, dimana berbagai aktivis anti-korupsi termasuk penulis menjadi korban peretasan oleh nomor-nomor asing saat memprotes…

Read More

Situasi kebebasan akademik dewasa ini di Indonesia semakin terancam dan mengkhawatirkan, setelah pekan lalu diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM dengan judul “Persoalan Pemecatan Presiden di tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan”. Diikuti dengan terror dan ancaman, mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan: pembicara, moderator, serta narahubung. Berbagai terror dan ancaman CLS mulai dari pengiriman pemesanan ojek online kekediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. Tidak berhenti sampai disitu, diskusi Publik: #PapuanLivesMatter Rasisme Hukum di Papua” secara daring pada Sabtu, 6 Juni 2020, pukul 19:00-21:00, yang diselenggarakan…

Read More