Penulis: Novi Wahyu

Bali, sebuah pulau yang mendapat julukan sebagai pulaunya para dewa, menyimpan begitu banyak ragam adat budaya yang masih lestari hingga saat ini. Namun dibalik keindahannya, Bali menyimpan ketidak-adilan gender yang disebabkan oleh Hukum Adat yang masih mengikuti tradisi mula keto (tradisional). Meskipun tidak sepenuhnya hukum adat Bali bersifat statis, namun tingkat perubahan adat yang terjadi sangat sedikit, sehingga nyaris tidak dapat dirasakan (van Dijk, 1979). Holleman dan Koentjaraningrat dalam Sudarta, menyatakan bahwa kebudayaan Bali identik dengan sistem kekerabatan patrilineal (Sudantra, 2006). Budaya patriarkhi menjadi doktrin yang terkonstruksi seakan-akan tampak sebagai hukum alam, apalagi dogma-dogma ini diperkuat oleh doktrin-doktrin agama yang…

Read More