Penulis: joyoctorina

Pasal 28 huruf G Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwasanya setiap orang memiliki hak untuk melindungi kehormatan dan martabat diri pribadi, bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat dirinya. Perilaku penyiksaan dan perendahan martabat manusia sering kali terjadi melalui tindakan kekerasan seksual. Menurut data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), pada tahun 2018 terdapat sebanyak 206 kasus kekerasan seksual terjadi di Indonesia, angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2017 dimana kekerasan seksual terjadi sebanyak 81 kasus. Kekerasan Seksual merupakan pelanggaran hak asasi, dikatakan sebagai pelanggaran hak asasi karena pelaku kekerasan seksual secara langsung dan…

Read More