Agar anak motor pemakai knalpot racing aman dari incaran polisi

Memodifikasi motor bisa dianggap sebagai kegiatan penting bagi anak motor. Bagi anak motor, lazim dikenal istilah “kreativitas tanpa batas” namun bukan berarti tanpa ada aturan hingga melanggar hukum negara. Setiap aspek kehidupan ada hak-hak orang yang lain yang harus dijaga. Hak memperoleh ketenangan dan ruang privasi adalah contohnya.

Penggunaan knalpot racing menjadi semacam kewajiban karena suaranya yang terdengar jantan dan sangar. Namun, penggunaan knalpot dengan suara yang ‘keren’ ini seringkali membuat was-was. Eits, banyak juga yang lelah kejar kejaran atau sekedar deg-degan takut ditilang pak Polisi. 

Knalpot racing dilarang?

Di Indonesia, knalpot racing itu dilarang oleh undang-undang lalu lintas karena menyebabkan gangguan suara bagi masyarakat. Karena dilarang, lalu apakah ini berarti bahwa anak motor tidak boleh memakai knalpot racing sama sekali? 

Tenang. Sepertinya ini mutlak tidak boleh kok. Anak motor masih bisa memodifikasi knalpotnya sesuai selera. Tetapi, kalian harus memahami ketentuan lebih lanjut. Ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sebenarnya ada ketentuan tertentu yang harus kita ketahui terkait kewenangan polisi dalam menilang. Karena, kerap kali polisi menilang tanpa ada sebab dan dasar hukum yang jelas. Salah satu pertanyaan yang kerap kali muncul di masyarakat, apakah polisi berhak menilang jika tidak ada razia?

Tentu, polisi berhak untuk menilang. Kewenangan ini berdasarkan teknik penindakan pelanggaran lalu lintas terdapat dalam Vademikum Polisi Lalu lintas, Bab III. Secara umum, penindakan pelanggaran lalu lintas digolongkan menjadi dua, yaitu penindakan bergerak dan penindakan di tempat. Penindakan bergerak (hunting) yaitu cara menindak pelanggar sambil melaksanakan patroli (bersifat insidentil). Sifat penindakan terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan, sesuai Pasal 111 UU No. 8/1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), petugas tidak perlu dilengkapi Surat Perintah Tugas.

Lain hal dengan penindakan di tempat (stationer), cara memeriksa kendaraan bermotor dengan posisi statis atau diam. Razia ini wajib dilengkapi Surat Perintah atau sudah direncanakan. Perlu dipahami bahwa razia atau penindakan di tempat (secara serentak oleh sejumlah aparat kepolisian). Ini berbeda konteks dengan penindakan bergerak atau yang bersifat insidentil dan menyasar pelaku “tertangkap tangan”.

Tertangkap tangan yang dimaksud bisa terjadi setiap saat. Khususnya, apabila polisi melihat adanya dugaan pelanggaran hukum. Misalnya, dugaan pelanggaran hukum pidana sesuai KUHAP, atau pelanggaran terhadap UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kesimpulannya, polisi berhak untuk menilang meskipun tidak ada surat tugas. Namun demikian, pengendara yang diberhentikan polisi merasa tidak melanggar aturan berhak menolak diperiksa. Pengendara juga bisa melaporkan keberatan kepada polantas yang bersangkutan atau penanggung jawab pemeriksaan kendaraan bermotor, sebagaimana disebut dalam Pasal 19 ayat (2) dan Pasal 20 ayat (3) dalam PP No. 80/2012.

Nah sudah lebih jelas kan… Jika tidak ada razia bukan berarti polisi tidak berhak menilang. Tetapi, kamu memang harus taat pada peraturan, baik saat ada razia maupun tidak. Bagaimanapun, peraturan adalah pedoman yang harus ditaati selain agar menjaga ketertiban.

Ada istilah fiksi hukum

Saat ditilang, seringkali pengendara menolak dengan alasan tidak mengetahui peraturan yang berlaku. Padahal, dalam hukum dikenal istilah fiksi hukum, yaitu asas yang menganggap semua orang tahu hukum (presumptio iures de iure). Semua orang dianggap tahu hukum, tak terkecuali petani yang tak lulus sekolah dasar, atau warga yang tinggal di pedalaman. 

Oh iya, dalam bahasa Latin dikenal pula adegium ignorantia jurist non excusat, ketidaktahuan hukum tidak bisa dimaafkan. Seseorang tidak bisa mengelak dari jeratan hukum dengan berdalih belum atau tidak mengetahui adanya hukum dan peraturan perundang-undangan tertentu. Karenanya, kamu sebagai anak motor harus mengetahui ketentuan berikut ini.

Dasar hukum knalpot racing patut ditilang

Dasar hukumnya knalpot racing patut dilarang ada di UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disebutkan bahwa knalpot laik jalan merupakan salah satu persyaratan teknis kendaraan dikemudikan di jalan.

Pasal 285 Ayat (1)

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Atas dasar pasal itu, pihak kepolisian bisa menilang pengendara motor yang menggunakan knalpot tidak memenuhi syarat. Syarat standar tingkat kebisingan knalpot sudah ditentukan di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Buat motor 80cc – 175cc, maksimal bising 83 dB, sedangkan motor di atas 175cc maksimal bising 80 dB.

Jadi, bagi kamu anak motor yang mau memodif knalpot motormu agar lebih keren, harus pilih baik baik knalpot yang sesuai aturan dan standar yang berlaku ya!… Ingat, aturan ini bukan otomatis menghambat kreativitasmu, tetapi guna menghormati hak orang lain. 

Mari kita taati hukum kita. Karena, melanggar hukum itu ga keren.


kawanhukum.id merupakan platform digital berbasis website yang mewadahi ide Gen Y dan Z tentang hukum Indonesia. Tulisan dapat berbentuk opini, esai ringan, atau tulisan ringan lainnya dari ide-idemu sendiri. Ingin tulisanmu juga diterbitkan di sini? Klik tautan ini.

One Comment

  1. pardana

    harus pilih baik baik knalpot yang sesuai aturan dan standar yang berlaku”

    kenyataannya kata-kata tersebut tidak berlaku di jalanan, karena bila knalpot tidak bawaan motor alias sudah diganti, akan disebut tidak standar oleh polisi dan ditilang, meskipun knalpot tersebut tidak berisik.
    jadi tidak ada pilihan knalpot buat kita selain knalpot bawaan motor

Tinggalkan Balasan